Agenda Terbaru

23 . 03 . 2022

DIES NATALIS KE-44 POLTEKPAR BALI

Selengkapnya

21 . 10 . 2021

WISUDA KE-XXVII POLTEKPAR BALI

Selengkapnya

8 . 10 . 2021

Tourism Field Study (TFS) Program Studi Manajemen Kepariwisataan

Selengkapnya

10 . 09 . 2021

Interview Calon Pengurus ROHKRISTO 2021/2023 Secara Online

Selengkapnya
. Lihat Semua AGENDA

Pengumuman

28 . 09 . 2022

Daftar Informasi Secara Berkala

Download PDF

28 . 09 . 2022

Daftar Informasi Serta Merta

Download PDF

28 . 09 . 2022

Daftar Informasi Dikecualikan

Download PDF
. Lihat Semua PENGUMUMAN

Rilis Berita

PELEPASAN TUKIK DI PANTAI MENGIAT SEBAGAI SALAH SATU RUNTUTAN ACARA MENUJU WORLD TOURISM DAY

PELEPASAN TUKIK DI PANTAI MENGIAT SEBAGAI SALAH SATU RUNTUTAN ACARA MENUJU WORLD TOURISM DAY

Pantai mengiat terletak di kawasan ITDC Nusa Dua dengan kebersihan yang selalu dijaga, saat memasuki kawasan pantai ini hamparan pasir putih yang luas dan lautan lepas berwarna biru akan menjadi suguhan pertama yang akan dilihat. Pantai ini menjadi salah satu pantai favorit bagi wisatawan asing yang berkunjung ke area Nusa Dua. Maka, tidak heran pantai ini dijadikan destinasi utama untuk acara pelepasan tukik dalam rangka WTD (World Tourism Day) yang ke-42 dengan mengusung tema “Re-thinking Tourism”. Kegiatan pelepasan tukik ini dilaksanakan pada tanggal 28 oktober 2022 pada pukul 06.45 s.d. 09.00 WITA dengan dihadiri oleh Bapak Drs. Ida Bagus Putu Puja, M.Kes sebagai Direktur Politeknik Pariwisata Bali dan beberapa tamu undangan. Ibu Ni Wayan Giri Advani sebagai Sekretaris Kemenparekraf, Bapak Faisal, S.St.Par.,MM.Par sebagai Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.  Acara diawali dengan penyambutan oleh MC dan sedikit penjelasan tentang kegiatan yang akan dilaksanakan oleh Ibu Giri Advani, lalu dilanjutkan dengan pelepasan 42 tukik. Dalam sesi wawancara, Bapak Direktur Politeknik Pariwisata Bali mengungkapkan bahwa dalam acara ini ada 2  hal yang diperhatikan yaitu SDM dan planet, bagaimana cara kita untuk bisa melindungi bumi kita dengan flora dan fauna yang ada. Lanjutnya, salah satu fauna yang di lindungi oleh pemerintah yaitu anak penyu (tukik) dimana diharapkan dengan aksi ini dapat melindungi dan melestarikan habitat dari anak penyu tersebut. Pendapat yang sama juga disampaikan oleh Ibu Giri Advani dengan menyebutkan bahwa kegiatan pelepasan tukik ini merupakan salah satu dari ratusan kegiatan yang dilaksanakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif termasuk di Politeknik Pariwisata Bali sendiri ada banyak kegiatan yang sudah terlaporkan terlepas dari pelepasan tukik, juga ada diskusi forum dan penenaman mangrove. Investasi untuk pariwisata adalah SDM dan planet, dimana kita sebagai bagian dari SDM juga diharapkan dapat mempunyai peran aktif dalam kegiatan seperti ini, lanjutnya. Kesan yang dirasakan juga sangat menyenangkan karena dapat bertemu dengan seluruh peserta/ tamu undangan yang terlibat. Dengan adanya kegiatan ini juga memupuk kebersamaan dan solidaritas antara seluruh sivitas akademika Politeknik Pariwisata Bali dan juga menunjang kebugaran tubuh. Acara pelepasan tukik ini juga berdampak positif terhadap lingkungan khusunya untuk fauna yang diharapkan dapat lestari dan terus berkembang dengan baik, kegiatan ini juga merupakan aksi nyata terhadap pariwisata berkelanjutan sebagai bentuk kontribusi kita terhadap planet untuk mengkonservasi kelestarian dan keberlanjutannya agar tetap bisa menjadi bagian dari keseimbangan kehidupan, ujar Bapak Faisal, S.St.Par.,MM.Par  

Baca Selengkapnya
MENUJU WORLD TOURISM DAY, POLITEKNIK PARIWISATA BALI MENGADAKAN KEGIATAN YOGA KETAWA

MENUJU WORLD TOURISM DAY, POLITEKNIK PARIWISATA BALI MENGADAKAN KEGIATAN YOGA KETAWA

Yoga ketawa adalah jenis yoga yang melibatkan pengaturan pola pernapasan dan tertawa. Tertawa memiliki nilai psikologis tersendiri kerena dapat menjaga kesehatan mental. Dipilihnya kegiatan ini sebagai runtutan acara World Tourism Day yang diselenggarakan pada 28 september 2022 dimulai pada pukul 09.00-11.10 WITA di Aula Joop Ave karena dinilai memiliki banyak manfaat bagi tubuh, seperti : mengatasi gangguan tidur, mengatasi depresi, meningkatkan kualitas hidup serta menyelaraskan tubuh, pikiran dan jiwa. Kegiatan ini memfokuskan pada tarian, tertawa dan gerakan penyeimbangan tubuh. Dihadiri oleh Bapak/Ibu Dosen Politeknik Pariwisata Bali, tamu undangan, panitia penyelenggara dan beberapa mahasiswa/I  yang ikut serta memeriahkan acara ini. Pelaksanaan yoga ketawa sendiri sudah pernah terlaksana pada tanggal 9 september 2022 dan kembali dilaksanakan karena antusias dari seluruh tamu undangan ditambah dengan kegiatannya yang positif. Kegiatan yoga ketawa diawali dengan pemanasan dengan tarian “cek” dimana “cek” disini merupakan suara yang dibuat sendiri oleh para peserta dibarengi dengan tetawa dan diulang sebanyak 2x. setelah itu, dilanjutkan dengan senam/ gerakan penyeimbangan tubuh dan diakhiri dengan gerakan penutup/ streaching. Kegiatan berjalan dengan lancar dan menyenangkan. Pada sesi wawancara dengan Bapak Anom Hery Suasapha, S.St.Par., M.Par. beliau menyampaikan harapannya terkait hari World Tourism Day yang hanya tinggal menghitung hari. Beliau berpendapat bahwa dengan mengangkat tema “Re-thinking Tourism” beliau berpendapat bahwa, pandemi kemarin sangat mengajarkan kita tentang banyaknya dampak negatif yang muncul khususnya di sektor pariwisata ketika Bali sangat bergantung terhadap sektor tersebut. Dengan tema yang sudah ditetapkan, sudah saatnya kita untuk berpikir ulang tentang pariwisata, agar dapat selalu menjadi sustainable tourism. Diharapkan juga tema “Re-thinking Tourism” dapat di implementasikan secara nyata. 

Baca Selengkapnya
Kegiatan Penanaman Mangrove Dalam Rangka Memperingati WTD ke - 42

Kegiatan Penanaman Mangrove Dalam Rangka Memperingati WTD ke - 42

Mangrove adalah semak atau pohon yang tumbuh di pantai air asin atau air payau. Hutan mangrove ini sanagat berguna bagi pesisir pantai di Indonesia, kegunaan hutan mangrove ini mengstabilkan garis pantai, mengurangi erosi dari gelombang badai, arus dan ombak serta pasang surut. Hutan mangrove di Indonesia memasuki tingkat kerusakan tertinggi di dunia, salah satu penyebabnya adalah paradigma bahwa rehabilitasi ekosistem mangrove hanya sebatas menanam Kembali bibit mangrove. Pada kesempatan ini mahasiswa Politekhnik Pariwisata Bali berkesempatan secara langsung untuk menanam bibit mangrove, kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan Kembali hutan mangrove yang sudah rusak dan berpartisipasi sebagai kegiatan World Tourism Day 2022 dengan tema Rethinking Tourism. Kegiatan ini diawali oleh sambutan dari direktur Politeknik Pariwisata Bali dan sambutan dari pengelola pantai kedonganan. Pada sambutan dari pengelola para mahasiswa serta dosen yang berpartisipasi diberikan pengarahan yang baik untuk menanam bibit mangrove yang benar sehingga restorasi dan rehabilitasi hutan mangrove dapat dilakukan dengan strategi yang tepat dan benar. Selanjutnya dilanjutkan oleh sambutan dari Ibu Sekretaris Kementrian Pariwisata & Ekonomi Kreatif. Kegiatan ini dilaksanakan di kedonganan dan diikuti oleh mahasiswa dari prodi MDK (Manajemen Devisi Kamar) semester 1, para dosen serta direktur dan di awasi oleh para panitia World Tourism Day. Kegiatan ini berjalan dengan lancar dan para peserta sangat antusias dalam melaksanakan kegiatan tersebut. Sebagai bentuk memelihara serta merehabilitasi hutan mangrove, kegiatan ini juga dapat menjadi pengalaman yang bagus untuk para mahasiswa dan dosen sendiri. Dalam rangka World Tourism Day 2022 khususnya Indonesia pada tahun ini menjadi tempat G20 terlaksana, menurut Ibu Sekretaris Kementrian Pariwisata & Kreatif, ada lima point guideline yang dikeluarkan serta menjadi perhatian dari negara – negara G20 sendiri yang harus dilaksanakan dalam rangka pemulihan pariwisata. Salah satunya yaitu SDM / Sumber Daya Manusia dan Lingkungan. Pada kegiatan ini, penanaman mangrove secara serentak yang dilakukan oleh Politekhnik Pariwisata Bali berkaitan dengan perawatan lingkungan khususnya di Bali. Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan mencegah abrasi pada laut, menjadikan mangrove sebagai tempat hidup biota laut dan sebagai Gerakan mahasiswa untuk lebih peduli terhadap lingkungan di sekitar khususnya daerah perairan serta mendukung kegiatan sebagai kelestarian alam. Beliau juga mengatakan, kegiatan ini juga sudah mencakup dua hal, yaitu SDM atau kita sebagai subjek pelaksana yang membangun berubahan/pengembangan suatu tempat dan Lingkungan yaitu dengan menjaga serta merawat Kembali lingkungan – lingkungan yang sudah rusak atau sudah tidak layak, salah satu contohnya yaitu dengan penanaman mangrove ini. World Tourism Day 2022 ini diharapkan Indonesia dapat memiliki publikasi yang baik dalam sektor pariwisata yang dilihat oleh banyak negara, tentunya dengan fase pemulihan pariwisata paska pandemic. Dengan demikian moment ini adalah moment yang tepat untuk membuktikan bahwa Indonesia memiliki banyak sekali inisiatif-inisiatif yang baik serta peduli dalam membangun sector pariwisata yang awalnya menurun karena pandemic dengan upaya – upaya pemulihan lingkungan yang ada di sector pariwisata khususnya Bali dengan program CHSE yaitu program Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan) dan Environment Sustainabilty (Kelestarian Lingkungan). Aspek tersebut sebagai salah satu pedoman atau standarisasi sector pariwisata di Indonesia, Dengan kegiatan penanaman mangrove ini para mahasiswa menjadi awareness tentang bagaimana pelestarian itu penting sehingga pembangunan pariwisata itu tidak semata mata hanya membangun akan tetapi juga melestarikannya. Kegiatan tersebut juga mendapat respon yang positif dari para mahasiswa serta para partisipannya, mereka mlakukan penanaman dengan sangat antusias dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi tentang bagaimana cara serta tekhnik penanaman dan perawatan mangrove yang tepat. Para mahasiswa juga bisa belajar banyak hal dalam bidang perawatan ini, dari belajar bekerja sama dengan team, cara menanam hingga melestarikan, merekapun juga berharap untuk acara selanjutnya supaya kegiatan – kegiatan pelestarian lingkungan diadakan lagi sehingga dapat memberikan pengalaman baru dan contoh bagi masyarakat sebagai Langkah awal dalam melestarikan lingkungan di suatu tempat.  

Baca Selengkapnya
. Lihat Semua

Program Studi

PPB memiliki 11 Program Studi yang meliputi Program Sarjana, Diploma 3 dan Diploma 4 serta Program Pasca Sarjana.

. Lihat Semua

S2 Magister Terapan Pariwisata

S2 Magister Terapan Pariwisata      

Selengkapnya

S1 Bisnis Hospitaliti

Program Studi Strata 1 Bisnis Hospitaliti (BHP) bertujuan menghasilkan pimpinan puncak, pengusaha, akademisi dan peneliti yang profesional pada bisnis hospitaliti. Lama pendidikan pada Program Studi Strata 1 Bisnis Hospitaliti adalah 4 tahun (8 semester). Lulusan Program Studi Bisnis Hospitaliti memiliki peluang kerja diantaranya : hotel, tempat rekreasi & olahraga, travel and transportation, instansi pemerintah, tenaga edukasi dan peneliti.    

Selengkapnya

S1 Destinasi Pariwisata

Program Studi Strata 1 Destinasi Pariwisata (DPW) memiliki tujuan menghasilkan pimpinan puncak, pengusaha, akademisi dan peneliti yang profesional pada bisnis destinasi pariwisata. Lama program pada Program Studi Strata 1 Destinasi Pariwisata adalah 4 tahun (8 semester). Lulusan Program Studi Destinasi Pariwisata memiliki peluang kerja pada : bisnis pengelolaan kawasan pariwisata, instansi pemerintah, tenaga edukasi dan peneliti.

Selengkapnya

D4 Administrasi Perhotelan

Program Studi Diploma 4 Administrasi Perhotelan (ADH) memiliki tujuan menghasilkan pimpinan puncak dan pengusaha hotel yang profesional. Lama program adalah 4 tahun (8 semester). Lulusan Program Studi Administrasi Perhotelan memiliki peluang kerja di : hotel, villa, apartemen, condominium, kapal pesiar.  

Selengkapnya

D4 Manajemen Kepariwisataan

Program Studi Diploma 4 Manajemen Kepariwisataan (MKP) memiliki tujuan menghasilkan pimpinan puncak yang profesional di industri pariwisata dan badan pengelola kepariwisataan. Lama program adalah 4 tahun (8 semester). Lulusan Program Studi Manajemen Kepariwisataan memiliki peluang kerja pada : destination management company, instansi pemerintah.

Selengkapnya

PENELITIAN & PENGABDIAN

Penelitian institusi mempunyai ruang lingkup kependidikan, kepariwisataan dan perhotelan yang bersifat terapan, baik monodisiplin maupun multidisiplin/interdisiplin, sedangkan Ruang lingkup penelitian kelompok dan perseorangan dapat meliputi bidang kependidikan, kepariwisataan dan perhotelan yang bersifat terapan, baik monodisiplin ataupun interdisiplin.

. Selengkapnya

TENTANG PPB

Politeknik Pariwisata Bali siap mencetak insan pariwisata yang unggul. Kesiapan ini dimulai dari Bali siap mencetak insan pariwisata yang unggul. Kesiapan ini dimulai dari

Selengkapnya

KEMAHASISWAAAN

Mencetak mahasiswa berwawasan global dan berintegritas yang dilandasi nilai-nilai Pancasila.

Selengkapnya

25 . 05 . 2021

Sosialisasi Kerjasama Poltekpar Bali Dan International Management Institute (IMI) Switzerland

Mengawali minggu terakhir di bulan Desember, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif / Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, melaksanakan kunjungan kerja ke Politeknik Pariwisata Bali

Bagikan :